sandal pria terbaru

Menyiapkan Rumah Tangga Yang Bahagia Bersama Pasangan – Siapa sih yang tidak ingin menikah sekali seumur hidup dengan pasangan dan memiliki keluarga yang bahagia? Pasti semua menginginkan itu. Makanya ketika kita menghadiri resepsi pernikahan teman atau saudara, maka doa yang sering diucapkan adalah selamat menempuh hidup baru, semoga jadi pasangan yang bahagia, langgeng, segera punya anak dan sederet doa lainnya.

Menyiapkan Rumah Tangga Yang Bahagia Bersama Pasangan

Namun, dalam perjalanan menuju pernikahan kebanyakan orang lebih fokus menyiapkan momen resepsinya agar berjalan lancar. Tidak salah memang, karena momen seperti ini sangat jarang dialami. Harapan jadi pengalaman berkesan sekali seumur hidup membuat kita jadi super sibuk menyiapkan segala macam persiapannya. Mulai dari biaya, konsep pernikahan berupa perasmanan, penataan ruang, sewa gedung, souvenir, bulan madu dan hal-hal lainnya. Padahal ketika kita memutuskan untuk menikah bukan hanya peristiwa satu hari itu saja saat melangsungkan akad dan pestanya.

Setelah acara usai dan bulan madu sudah dijalani, kita harus siap memasuki dunia nyata, mengenal kekurangan dan kelebihan pasangan yang tidak kita temui saat masa pengenalan. Di sinilah masalahnya. Lama atau sebentar masa penjajakan, ternyata tidak menjamin kebahagiaan saat masa kehidupan pasca pernikahan dijalani. Sifat asli dari diri kita atau pasangan secara alami akan terlihat dan tidak bisa berpura-pura lagi. Meski pun setiap orang punya hak dan kesempatan untuk berubah.

Jadi apa yang harus dilakukan? Komitmen. Ya, itulah yang harus dipikirkan saat anda dan pasangan memutuskan untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius, menjadi pasangan suami dan istri setelah menikah.

Selayaknya pernikahan yang akan kita lakukan bukan sekadar masalah suka atau tidak atau cocok-cocokan. Jangan abaikan prinsip lain yang penting. Soal agama, hubungan keluarga, masalah finansial, konsep pendidikan anak yang akan diaplikasikan dan hal-hal lainnya yang harus dihadapi setelah menikah.

Saat menikah, kita harus siap melepaskan ego dan memahami ego pasangan. Bukan hanya karena kesamaan minat atau orientasi, tapi bagaimana juga kita belajar menerima perbedaan atau kekurangan dari pasangan dengan besar hati serta tentu saja berusaha mencari solusi untuk menjembatani keinginan dan perbedaan dari suami atau istri. Apakah kita siap menoleransi pasangan, sama halnya dengan tuntutan kita terhadap pasangan untuk menerima diri kita?

Ladies, menikah bukan sekadar mengganti status di KTP dari belum menikah menjadi menikah atau pamer kemesraan saat kumpul bersama teman atau di keramaian. Pastikan juga anda menjalani pernikahan karena kesiapan anda untuk menjalani semua konsekuensi dari keputusan yang diambil. Abaikan pandangan miring orang lain. Yang menjalani pernikahan adalah anda, bukan orang lain. Saat anda mengatakan yes, saya siap, maka teruslah melangkah.

Selamat menempuh hidup baru.

 gambar: pixshark.com

Sandal Pria Keren
http://drufgaya.com/wp-content/uploads/2015/04/Menyiapkan-Rumah-Tangga-Yang-Bahagia-Bersama-Pasangan1.jpghttp://drufgaya.com/wp-content/uploads/2015/04/Menyiapkan-Rumah-Tangga-Yang-Bahagia-Bersama-Pasangan1-150x150.jpgDruf GayaKeluargaagar jadi pasangan langgeng,pernikahan yang bahagia,tips menyiapkan pernikahan bahagiaMenyiapkan Rumah Tangga Yang Bahagia Bersama Pasangan - Siapa sih yang tidak ingin menikah sekali seumur hidup dengan pasangan dan memiliki keluarga yang bahagia? Pasti semua menginginkan itu. Makanya ketika kita menghadiri resepsi pernikahan teman atau saudara, maka doa yang sering diucapkan adalah selamat menempuh hidup baru, semoga jadi...Info Fashion Terkini